Jumat, 16 Desember 2011

TAUHID

Diamlah
hanya ada satu
bicaralah
hanya ada satu
berbuatlah
hanya ada satu,
hanya aku katamu,
hanya kamu kataku,
aku dan kamu hanya satu.
Diam,bicara,berbuat
adalah rupa-rupa,
rupa-rupa adalah satu,
karena yang satu meliputi yang rupa-rupa
karena yang rupa-rupa diliputi yang satu,
maka hanya satu yang ada
maka yang ada hanya satu.
Aku satumu
kamu satuku,
aku adalah kamu
kamu adalah aku,
hanya satu,
aku sebutan yang satu
kamu sebutan yang satu,
dalam satu sebutan,
sebutan yang satu.
Yang ada tidak diadakan
yang tiada tidak ditiadakan,
yang ada hanya ada
yang ada hanya satu ada,
maka yang ada memang ada
maka yang satu memang satu,
demikian yang satu adalah yang ada
demikian yang ada adalah yang satu.





Sabtu, 10 Desember 2011

HAKIKAT YANG BERSYARIAT

Yang sejati
yang hakiki
adalah yang Satu;
yang berzat
yang bersifat
yang bernama
yang berbuat,
dalam yang satu
pada yang satu,
tiada pilihan
tiada perbedaan
tiada tingkatan,
semua satu
semua berupa-rupa,
maka kehendak adalah Jaiz
maka kenyataan adalah tunggal.
Yang ada
yang nyata,
adalah KehendaKu
adalah kenyataanKu,
kehendakKu adalah hakikatKu
kenyataanKu adalah syariatKU,
maka tiada boleh ada yang mendua
maka tiada boleh ada yang lainnya,
karena hakikatnya adalah Aku jua
karena syariatnya adalah Aku jua,
demikian hakikat yang bersyariat
demikian Aku yang nyata dalam syariat.



Selasa, 29 November 2011

SYARIAT YANG BERHAKIKAT

Setiap yang dipermukaan adalah formalnya,
setiap yang dinyatakan adalah bentuknya,
setiap yang ditampakkan adalah kulitnya,
demikianlah syariat, aturan yang mengikat
demikianlah syariat, jalan yang diperbuat
demikianlah syariat, bentuk yang kuat.
Setiap yang disembunyikan adalah bathinya,
setiap yang dibathinkan adalah maknanya,
setiap yang dimaknakan adalah isinya,
setiap yang isi adalah rahasianya,
demikanlah hakikat, bathin syariat
demikianlah hakikat, makna syariat
demikianlah hakikat, isi syariat
demikanlah hakikat, rahasia syariat.
Antara syariat dan hakikat, seumpama kulit dan isinya,
antara syariat dan hakikat, seumpama gelas dan airnya,
keduanya satu, satu keduanya,
pandanglah yang satu dalam keduanya,
pandanglah keduanya dalam yang satu,
maka nyatalah Hak,
maka nyatalah kebenaran,
dalam yang satu.
Dalam perjalanan ini,
engkau yang terbebas mendua
dari perjalanan kemunafikan,
engkau yang terbebas berpihak
dari perjalanan kekufuran,
maka jalanilah syariatmu
maka hakikat besertamu.
Perjalanan yang menyatu, perjalanan yang satu,
pandanglah yang satu, dalam yang satu,
maka berhentilah mencari,
karena perjalanan tiba disini,
maka berhentilah mengaku,
karena perjalanan hilang aku.


Sabtu, 29 Oktober 2011

KALAM KUN

Yang huruf, tidak
yang kata, tidak
yang kalimat, tidak
yang titikpun, tidak
yang ada hanya Kalam
Kalampun hanya Kun,
maka jadilah, setelah Kun
setelah Kun-lah, maka Payakun,
demikian huruf
demikian kata
demikian kalimat
demikian titik,
menjadi nyata, jadilah
ditubuh bertubuh
dihati berhati
dinyawa bernyawa
dirahasia berrahasia,
demikianlah, Aku nyata dalam Kalam
demikianlah, Kalam nyata dalam aku.
Maka, Kalampun tidak
maka, Kunpun tidak,
yang ada hanya Aku
yang nyata hanya Aku,
Jadilah Kun Payakun
jadilah aku,
yang berkalam satu,
yang bersatu Kalam.
Maka berKalam-lah
maka diamlah,
dalam Kalam tanpa aksara
dalam Kalam tanpa suara,
Kalamku, Aku berKalam
Aku berKalam, Kalamku.




Minggu, 16 Oktober 2011

YANG TITIK BERTITIK

Yang titik
adalah yang hidup
dalam huruf yang berhuruf
dalam kata yang berkata
dalam kalimat yang berkalimat,
sebelum semuanya bernyata
sebelum semuanya bermakna.
Yang titik adalah rahasiaku
yang rahasia adalah titik-ku,
maka titik menjadi yang bertitik
maka yang bertitik menjadi titik,
karena titik adalah rahasia
karena rahasia adalah titik,
huruf menjadi bertitik
kata menjadi bertitik
kalimat menjadi bertitik,
maka rahasia huruf titiklah
maka rahasia kata titiklah
maka rahasia kalimat titiklah.
Yang titik bukanlah yang bertitik
yang bertitik bukanlah yang titik,
karena yang titik adalah yang menitik
karena yang bertitik adalah yang dititik,
seperti yang hidup dan yang dihidupkan
seperti yang wujud dan yang diwujudkan,
jadilah titik yang satu
jadilah yang bertitik menyatu,
dalam titik, yang satu
dalam yang satu, titik.


Sabtu, 15 Oktober 2011

YANG KALIMAT BERKALIMAT

Yang kalimat
adalah kalimat yang berkalimat-kalimat
menjadi citra-Mu
menjadi diriku,
Akulah kalimat
dalam citraMu
akulah kalimat
dalam diriku.
Kalimat adalah kalimatku
kalimatku adalah yang berkalimat-kalimat
dalam diriku,
karena kalimat adalah Quran-ku
karena kalimat adalah ruhku,
akulah kalimat, kata ruhku
akulah ruh, kata kalimatku,
maka nyatalah dalam kalimatku yang berkalimat-kalimat
maka nyatalah dalam diriku
yang menjadi kalimat berkalimat.
Diamku adalah kalimatku
gerakku adalah kalimatku
kalimatku menjadi gerak dan diamku
gerak dan diamku menjadi kalimatku.
Ruhku menyatu dengan kalimatku
kalimatku menyatu dengan ruhku,
kalimat ruhku,
ruh kalimatku,
menyatu menjadi satu
dalam yang satu.
Akulah kalimatku, akulah Quranku,
adalah satu yang menyatu
dalam yang satu,
menjadi kalimat yang berkalimat-kalimat
menjadi Quran yang ayat berayat
dalam diriku
dalam nyataku
yang kalimat berkalimat
yang berkalimat-kalimat.




Jumat, 14 Oktober 2011

YANG KATA BERKATA

Yang kata
menjadi yang berkata-kata,
karena mengulang kata-kata
karena kata yang berulang-ulang,
maka kata adalah bagian tubuh,
karena bagian-bagian tubuh adalah kata yang berkata-kata
karena bagian-bagian tubuh adalah kata yang mengulang kata;
telinga adalah kata
kata telinga berkata-kata dengan pendengarannya,
mata adalah kata
kata mata berkata-kata dengan penglihatannya,
hidung adalah kata
kata hidung berkata-kata dengan penciumannya,
mulut adalah kata
kata mulut berkata-kata dengan lisannya,
kepala adalah kata
kata kepala berkata-kata dengan pikirannya,
hati adalah kata
kata hati berkata-kata dengan perasaannya,
tangan adalah kata
kata tangan berkata-kata dengan sentuhannya,
kaki adalah kata
kata kaki berkata-kata dengan perjalananya;
Semua adalah kata
semua berkata-kata,
semua kata menjadi bagian-bagian tubuh
bagian-bagian tubuh yang berkata-kata
dalam kata bilangan kata.
Akulah kata, kata bagian-bagian tubuh
karena aku adalah kata
karena aku adalah tubuh,
maka aku menjadi kata
maka aku menjadi tubuh,
kata yang menyatu adalah tubuh
tubuh yang menyatu adalah kata,
jadilah kata tubuh
jadilah tubuh kata,
akulah kata, kata tubuh
akulah tubuh, kata kata.
Kata dan tubuh menjadi satu
kata dan tubuh berkata satu,
jadilah satu, dalam yang satu
jadilah satu, dalam satu kata
jadilah satu, dalam satu tubuh,
rahasia tubuh dalam kata
rahasia kata dalam tubuh
rahasia yang satu dalam yang satu;
inilah tubuh yang berbilangan kata
inilah yang kata berkata-kata
inilah yang satu, yang kata berkata.