Sabtu, 09 November 2013

Allah-Muhammad

Mengapa aku mengatakan dua,
jika aku sebenarnya satu.
Mengapa aku mengatakan satu,
jika aku nyatanya dua.
Itulah aku yang bathin
itulah aku yang zhohir.
Allah wujudku
Muhammad namaku,
maka nyatalah aku
dalam kejadian.
Allah zatku
Muhammmad ruhku,
maka menjadilah aku
dalam tubuh adam.
Allah adanya aku
Muhammad nyatanya aku,
maka wujud,ilmu,nur,syuhud-lah aku
dalam diri yang tajally.
Allah-ku
Muhammad-ku
dalam ketunggalan
dalam kesatuan,
yang hakiki
yang abadi.
Dalam kehakikian
dalam keabadian,
yang ada, hanya yang tunggal
yang ada, hanya yang esa,
maka kusaksikan Zat-Mu
maka kusaksikan Asma-Mu
maka kusaksikan Sifat-Mu
maka kusaksika Afal-Mu,
dalam Nur Muhammad
dalam diri Muhammad.
Itulah Aku yang bathin,
itulah Aku yang Zohir.


Jumat, 02 Agustus 2013

THIFLUN MA'ANY

Seperti bayi tapi bukan bayi,
ia jernih dari kejernihan
ia bening dari kebeningan
ia murni dari kemurnian,
karena dia adalah diri yang sebenarnya diri
karena dia adalah ruh  yang quddus,
yang tersembunyi dalam tubuhnya diri
yang terahasia dalam namanya Sirr,
maka dia bernama thiflu ma'any
maka dia bernama Nur Muhammad.
Seperti mendua tapi bukan mendua,
ia satu jua asalnya
ia tubuh dan jasad yang satu,
karena zohir dan bathin berasal dari Nur Muhammmad
karena Nur Muhammad berasal dari Nur Zat Allah,
maka ia ada yang nyata
maka ia ada yang ghaib.
Seperti bersama tapi bukan bersama,
ia berupa dari rupa yang sama
ia wujud dari wujud yang sama,
karena dia bernama diri
karena dia tajjali diri,
dalam wajah yang satu
dalam bentuk yang satu,
diri sendiri,
diri yang berdiri
diri yang terdiri
diri yang terperi
diri yang tajjali.


Jumat, 21 Juni 2013

DIAM AWAL-DIAM AKHIR, GERAK AWAL-GERAK AKHIR

Diamlah
yang pendiam,
geraklah
yang bergerak,
karena diammu
karena gerakmu
adalah diammu
adalah gerakmu.
seperti bening air
seperti aliran sungai,
hanya kejernihan
hanya keikhlasan
yang menyatu di lautan
yang menyampai di Samudera.
Diamlah
yang pendiam
geraklah
yang bergerak.
karena geloramu dalam diammu
karena gemuruhmu dalam gerakmu
adalah gelora bathinmu
adalah gemuruh zohirmu,
seperti sepoian angin
seperti desiran badai,
hanya keberadaan
hanya ketiadaan
yang menyatakan aku ada
yang menyatakan Dia ada.
Diamlah
yang pendiam
geraklah
yang bergerak,
karena keakraban didalam diammu
karena keriuhan didalam gerakmu,
adalah makna diammu
adalah gairah gerakmu,
seperti api dengan panasnya
seperti bara dengan asapnya,
hanya kefanaan
hanya kebaqoan
yang mengata esa
yang mengaku satu.
Diamlah
yang pendiam
geraklah
yang bergerak,
karena keteguhan dalam diammu
karena ketegaran dalam gerakmu
adalah tegak diammu
adalah tulus gerakmu,
seperti tanah dengan kesuburannya
seperti pasir dengan butirannya,
hanya pendakian illahiyah
hanya gelombang nafsiyah
yang menyadarkanmu
yang menenggelamkanmu
dalam sejatinya diri
dalam lautannya Dia.




Selasa, 07 Mei 2013

ASMA WA SIFAT

Aku segala yang ada
Dia segala yang ada
Aku adalah Dia
Dia adalah Aku,
maka segalaNya yang ada,
lalu aku berbuat atas segalaNya
lalu Dia berbuat atas SegalaNya,
maka Aku dan Dia SegalaNya,
jadilah ada segala yang ada
jadilah gaib segala yang gaib,
menjadi nyata
menjadi rasa,
karenaNya, nyatalah Asma wa Sifat
karenaNya, terasalah Asma wa Sifat,
seperti menyatuNya;
dalam perumpamaan hidangan,menyantap, dan kenikmatan.
seperti manunggalNya;
dalam perumpamaan pena,menulis,dan buku,
maka ada Asma wa Sifat
dalam kesatuan ini,
maka ada Asma wa Sifat
dalam kemanunggalan ini.
Akulah Zat, kata Dia
Akulah Afal, kata Dia
Akulah Asma wa Sifat, kata Dia
SemuaNya Aku, kata Dia
SemuaNya Dia, kata Aku.
Maka satulah semuaNya,
maka tunggallah semuaNya,
dalam zohirNya
dalam batinNya
dalam AwalNya
dalan AkhirNya.


Sabtu, 13 April 2013

ULUHIYYAH

Akulah
gerak yang bergerak
diam yang diam 
seperti angin meniup dedaunan
seperti air mengaliri sungai
sesungguhnya Aku
sejatinya Aku
gerak dan diam.
Akulah
menghidupi yang hidup
meliputi yang diliputi
menghendaki yang dikehendaki
menguasai yang dikuasai
mendengarkan yang didengar
memperlihatkan yang dilihat
mengucapkan yang diucap,
seperti laut dengan gelombangnya
seperti matahari dengan sinarnya,
segalanya Aku
semuanya Aku,
ada dan tiada.
Akulah
menerangi yang terang
menggelapi yang gelap
menzohiri yang zohir
menggaibi yang gaib,
seperti pelita dengan cahayanya
seperti api dengan asapnya,
af'alnya Aku
Jaiznya Aku,
Zohir dan bathin.
Akulah penggeraknya
Akulah pelakunya,
karena Aku Uluhiyyahnya
karena Aku Af'aliyyahnya,
maka Aku sejatiNya
maka Aku SegalaNya
dalam keriuhan
dalam kesunyian;
gerak dan diam.








Jumat, 05 April 2013

RUBBUBIYAH

Rabb yang Awal
Rabb yang Akhir
Rabb yang Bathin
Rabb yang Zohir,
segalanya adalah Dia 
Dia adalah Segalanya,
maka tiada kata "maka"
maka tiada kata "karena"
dalam ketakberhinggaan ini
dalam ketakterbatasan ini,
karena semua kata kelu
karena semua kata tak mampu
menyebut Dia
menyebut Zat-Nya.
Rabb yang tak berupa
Rabb yang berupa-rupa
Rabb yang wujud
Rabb yang gaib,
Dia adanya
Dia seutuhnya,
maka tiada yang serupa dengan Dia
maka tiada yang setara dengan Dia,
dalam keagungan-Nya
dalam keesaan-Nya,
karena semua keberadaan adalah Dia
karena semua ketiadaan adalah Dia,
menyebut Aku
menyebut Satu.
Rabb yang Ahad
Rabb yang Esa
Rabb yang Tunggal
Rabb yang Satu,
Aku adalah Dia
Dia adalah Aku,
maka Aku kenal Dia
maka Dia kenal Aku,
dalam kemakrifatan ini
dalam kemanunggalan ini,
karena aku kenal Rabb-ku dengan Rabb-ku,
karena aku kenal Dia dengan Dia,
menyebut Dia
menyebut Aku.



Minggu, 31 Maret 2013

SYAIR API

Saat engkau merasa kuat perkasa,
maka berapilah dirimu,
membakar semangatmu
membakar hawa-nafsumu
membakar angkara murkamu,
menjadi liar
menjadi sangar
menjadi gemetar,
karena berapi dirimu seperti api
karena dirimu seperti api berapi.
Saat engkau merasa lemah tak berdaya,
maka padamlah api dirimu,
padamlah semangatmu
padamlah hawa-nafsumu
padamlah angkara murkamu,
menjadi lesu
menjadi  kelu
menjadi ragu,
karena dirimu padam tak berapi
karena tak berapi padamlah dirimu.
Seperti air
seperti tanah
seperti angin,
api hanyalah anasir
yang menyatu
dari sumber yang satu,
maka bersatulah ia
maka satulah ia
karena sejatinya satu
karena adanya satu,
satu awal
satu asal
satu akhir
satu anasir.
Berapilah saat dirimu berapi
padamlah saat dirimu tak berapi,
karena api adanya
karena api seutuhnya,
maka berapinya api
maka padamnya api,
hanyalah nyala engkau lihat,
hanyalah bara engkau lihat, 
meskipun sesungguhnya api tak menyala
meskipun hakikatnya api tak membara,
karena api adalah dirimu
karena dirimu adalah api,
maka padam-berapi dirimu
maka dirimu pun padam-berapi.
Demikian diri yang berapi
demikian api yang berdiri,
satu jua adanya
tunggal jua adanya.


Sabtu, 23 Maret 2013

MUHAMMAD SEMPURNA

Saat Adam memandang syahadat,
maka syahadatlah ia;
dengan kalimat La ilaha illa Allah,
Muhammad Rasulullah,
maka heninglah ia,
dalam Shurah al-Rahman
menjadi abul jasad
segalanya yang berjasad,
menjadi abul basyar
segalanya yang berakal.
Saat Tuhan berkata :
karena engkau Muhammad, segalanya Aku jadikan,
maka Muhammad pun bersabda:
Mukmin itu dari Aku, dan Aku dari Allah.
jadilah Muhammad Abul-Arwah,
bapak segalanya yang bernyawa,
maka bersyahadatlah Adam kepadanya,
syahadat tubuh kepada ruhnya.
Sempurnalah tubuh Adam
sempurnalah ruh Muhammad
satu tubuh
satu ruh
dalam kesempurnaanNYa yang sejati
dalam kesatuanNya yang murni,
maka lahirlah Adam
maka lahirlah Muhammad.





Senin, 11 Maret 2013

ADAM MAKRIFAT

Akulah Adam,
jasad yang tenggelam
dalam misteri rahasiaNya,
maka akulah shurah al-rahman :
Aku rahasia Dia
Dia rahasia Aku,
jadilah tubuh
jadilah qolbu
jadilah ruh
jadilah sirr,
yang sunyi, yang ramai
dalam gerak dan diam.
Akulah Adam,
yang cerdas mengetahui Asma
yang mahir mengelola Af"al
yang pandai memahami Sifat 
yang bijak mengenal ZatNya,
maka akulah "Ahsani Taqwim":
Adam yang sempurna
dalam rahasiaNya.
Akulah Adam,
yang tunggal
yang manunggal
dengan Hawa,
dalam perjalanan ini.
dalam kesatuan ini,
Adam dan Hawa,
Aku dan Dia,
asal tunggal
kembali tunggal,
dalam fitrah
dalam makrifah.

k

Jumat, 01 Maret 2013

SYAIR ANGIN

Kadang ada
kadang tiada
itulah angin,
seperti nafas pada diri.
Dialah Angin,
Dirilah angin,
seperti menyatu,
tapi sebenarnya satu,
karena ada dan tiada,
dialah angin
karena ada dan tiada,
dirilah angin.
Dia adalah satu
diri adalah satu,
maka ada dan tiada
adalah satu,
maka dia dan diri
adalah satu,
karena ada dan tiada hanyalah satu,
karena dia dan diri hanyalah satu.
Ada angin
tiada angin,
dialah angin
dialah diri,
yang satu
tanpa menyatu,
yang tunggal
tanpa manunggal.
Itulah Angin,
yang ada dan yang tiada.





Sabtu, 09 Februari 2013

MATIKAN DIRIMU SEBELUM MATI

Manunggal itu,
sejatinya dirimu,
maka matilah yang sebenarnya
dirimu,
maka hiduplah yang sebenarnya
yang Hidup,
karena yang hidup adalah yang hidup,
karena yang mati adalah yang mati,
matilah dirimu yang mati
hiduplah dirimu yang hidup.
Tunggal itu,
sejatinya yang ada,
maka yang tunggal sebenarnya yang ada,
maka yang ada sebenarnya yang tunggal,
karena yang ada adalah yang tunggal,
karena yang tunggal adalah yang ada,
tunggallah yang ada,
adalah yang tunggal.
Yang hidup, yang Tunggal
Yang Tunggal, yang Ada,
maka semuanya yang Ada,
maka semuanya yang Hidup,
dalam ketunggalan,
dalam keadaan.
Dirimu yang hidup
dirimu yang mati,
karena dimatikan dirimu yang mati
karena dihidupkan dirimu yang hidup,
itulah mati sebelum mati,
itulah hidup sebelum hidup.





Jumat, 01 Februari 2013

SYAIR TANAH

Tanah,
adalah anasir yang satu
yang menjadi tubuh
menjadi diri yang berdiri,
menjadi diri yang terdiri,
maka nyatalah diri,
maka nyatalah rupa sendiri.
Demikian tanah menjadi satu
dalam anasir yang satu,
yang tumbuh
yang berkembang
yang tegak,
menjadi tubuh yang berdiri
menjadi rupa yang sendiri.
Dialah daging
dialah kulit
dialah tulang,
menjadi struktur yang berdiri
menjadi diri yang sendiri,
maka jadilah Adam shurah-Ku sendiri
maka jadilah Adam Abul-Basyar tubuh ini.
Demikian tanah kembali ke tanah,
demikian anasir kembali ke anasir,
karena tanah adalah anasir
karena anasir adalah tanah,
maka jadilah tanah menjadi anasir,
maka jadilah anasir menjadi tanah,
itulah makna kembali
itulah makna sejati.
Demikian tanah yang satu,
menjadi anasir yang satu,
dalam tubuh yang satu
dalam rupa yang satu,
maka satulah ia,
maka tunggallah ia,
menjadi yang satu
menjadi yang tunggal.








Senin, 21 Januari 2013

AKBARLAH DIA

Akbar-lah Dia
dalam keakbaranNya,
maka Dia segalaNya,
karena Dia segalaNya.
Akbar-lah Dia,
yang mengakbarkanNya,
maka semua adalah keakbaranNya,
karena Dialah yang Akbar.
Allah Akbar, adalah persaksian Lisanmu,
Allah Akbar, adalah persaksian hatimu,
Allah Akbar, adalah persaksian Ruhmu,
Allah Akbar, adalah persaksian Sirmu,
maka Tahrimlah kamu,
maka Mikrajlah kamu,
maka Munajatlah kamu,
maka Tubadillah kamu,
dalam gerak dan diam Sholatmu,
dalam lisan,qolbi dan af"al Sholatmu,
dalam syarat dan rukun Sholatmu,
jadilah Sholat tubuhmu,
jadilah Sholat hatimu,
jadilah Sholat Ruhmu,
jadilah Sholat Rahsamu,
maka menjadi Syariat Sholatmu,
maka menjadi Hakikat Sholatmu,
maka menjadi Daim Sholatmu.
Akbar-lah Dia
dalam keakbaranNya,
maka Dia segalaNya,
karena Dia segalaNya.










Jumat, 18 Januari 2013

TUNGGAL ESA

Kebenaran ini pun,
nyata dalam Kalam
kebenaran ini pun,
nyata dalam kesaksian,
maka Dialah yang berkalam,
maka Dialah yang bersaksi,
sampai di sini tak ada lagi dikhotomi,
sampai di sini tak ada lagi pengakuan.
Maha benarlah kebenaran ini,
Maha nyatalah kenyataan ini,
di sini, tak ada lagi batas akhir,
di sini, tak ada lagi batas awal,
karena yang akhir adalah yang awal,
karena yang awal adalah yang akhir.
Maka diam adalah Gerak,
maka Gerak adalah Diam,
Maha sempurna Dia yang ada,
Maha sempurna Dia yang nyata,
di sini, tak ada lagi sunyi,
di sini, tak ada lagi ramai,
karena yang sunyi adalah yang ramai,
karena yang ramai adalah yang sunyi.
Maka yang Gaib adalah yang Zohir,
maka yang Zohir adalah yang Gaib,
Maha Esa Dia yang tunggal,
Maha Tunggal Dia yang Esa.