Tampilkan postingan dengan label puitika esatakberbilang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puitika esatakberbilang. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2012

ESA TAK BERBILANG

Masihkah ada hakikat,
jika ia adalah pemahaman akhir
yang mesti engkau akhiri,
ibarat pohon yang berawal dari biji,
lalu berakhir pada biji.
Masihkah ada hakikat,
jika ia adalah substansi,
yang telah engkau jumpai,
maka hakikat adalah isi
maka isi adalah hakikat,
semuanya tiada
semuanya hampa,
karena hakikat dan isi tiada,
karena hakikat dan isi hanya nama.
Berakhirlah ia,
kembalilah ia,
hanyalah ungkapan tiada
hanyalah kebenaran yang ada,
sampai disini katapun tiada
sampai disini katapun hanya kias belaka.
Seperti Kholiq dan Makhluq, 
menjadi tiada dikhotomi dalam hakikat,
adalah tiada,
ketika yang Ada adalah segalaNya,
adalah tiada,
ketika yang Ada adalah esaNya.
Lalu apa yang engkau capai,
lalu apa yang engkau kenal,
jika semuanya telah berlalu,
jika semuanya telah menjadi masalalu,
manunggalpun tiada
menyatupun tiada,
karena semuanya tunggal
karena semuanya esa.